Menu

Mengapa Makan Kurma Dalam Jumlah Ganjil '?' Ini Alasannya

Mengapa Makan Kurma Dalam Jumlah Ganjil '?' Ini Alasannya

Mengapa Makan Kurma Dalam Jumlah Ganjil '?' Ini Alasannya

08/09/2021

Makan kurma pada jumlah ganjil , termasuk salah satu sunah Rasulullah SAW. Ternyata jumlah kurma yg dimakan memilih khasiatnya dalam tubuh. Nabi Muhammad SAW diketahui senang makan kurma. Kurma yg dimakannya ini selalu pada jumlah ganjil .

Bukan tanpa alasan, ternyata kurma yg dimakan pada jumlah ganjil akan memberi impak tidak selaras bila dibandingkan makan kurma pada jumlah genap. Rasulullah SAW mencontohkan pada aneka macam kesempatan, dia makan 3 buah kurma ketika berbuka puasa atau waktu hendak berangkat sholat Idul Fitri. Selain 3 buah, Rasulullah SAW jua menganjurkan makan kurma pada jumlah ganjil lainnya misalnya 1, 3, 5, 7 atau 9.


Dalam hadis HR Bukhori & Muslim, memberitahukan satu keutamaan makan kurma. Barang siapa mengonsumsi tujuh buah kurma ajwa dalam pagi hari, maka pada hari itu dia tidak akan terkena racun maupun sihir. Rasulullah SAW bersabda: " Sesungguhnya ada di antara pepohonan, satu pohon yang tidak gugur daunnya. Pohon ini seperti seorang muslim, maka sebutkanlah kepadaku apa pohon tersebut?" Lalu orang menerka-nerka pepohonan wadhi. Abdullah Berkata: "Lalu terbesit dalam diriku, pohon itu adalah pohon kurma, namun aku malu mengungkapkannya." Kemudian mereka berkata: "Wahai Rasulullah beri tahukanlah kami pohon apa itu?" Lalu, beliau menjawab: "ia adalah pohon kurma." (HR Bukhori)"

Meskipun dianjurkan makan pada jumlah ganjil , akan tetapi bukan berarti Rasulullah SAW melarang makan kurma pada jumlah genap. Begitu istimewanya kurma, buah ini memang mengandung sejumlah nutrisi yg baik buat tubuh. Dari beberapa penelitian terungkap bila makan kurma pada jumlah ganjil atau genap ternyata memberi dampak tidak selaras dalam tubuh.

Beberapa penelitian medis mengungkap mengonsumsi buah kurma pada bilang genap contohnya 2, 4, 6, 8, & seterusnya akan membuat gula pada darah & potassium tanpa memberi poly tenaga. Berbeda halnya waktu dimakan pada jumlah ganjil .

Sebuah penelitian yg dipimpin sang Musthafa Mohamed Essa, Ph.D. kurma melindungi otak menurut stres oksidatif & peradangan.

"Buah kurma merupakan asal serat kuliner yg baik & kaya fenolat total & antioksidan alami, misalnya anthocyanin, asam ferulat, asam protocatechuic, & asam caffeic. Keberadaan senyawa polifenol ini bisa membantu pada pengobatan penyakit Alzheimer," jelasnya.

Ada jua, sebuah penelitian sang Rock W. menyimpulkan kurma mempunyai dampak menguntungkan dalam asam lemak jenuh & stres oksidatif. Hal ini acapkalikali dikaitkan menggunakan kasus jantung & berpotensi buat

Add Comment