Menu

Kandungan dan Manfaatnya Madu

Kandungan dan Manfaatnya Madu

Kandungan dan Manfaatnya Madu

07/10/2021

Madu banyak disukai karena rasa dan khasiatnya untuk kesehatan. Madu, menurut Standar Nasional Indonesi (SNI), didefinisikan sebagai cairan alami yang biasanya memiliki rasa manis, yang berasal dari nektar bunga. Madu, dengan segala kandungannya memiliki sifat yang unik serta manfaat yang beragam. Berikut merupakan ulasan mengenai madu.

Proses Pembuatan Madu 




Membuat madu merupakan salah satu tugas yang harus dilakukan oleh madu pekerja. Setiap harinya para lebah pekerja terbang dari pagi hingga petang ke segala arah dengan bermacam ketinggian. Jarak kemampuan terbang seekor lebah pekerja mencapai 2-3 km dari sarang ke tanaman yang memproduksi nektar. Nektar merupakan bahan utama dalam pembuatan madu. Nektar tersusun atas 20-60% gula dan 40-80% air. Selain gula dan air, nectar juga mengandung mineral, asam organic, vitamin dan zat aromatik. Secara umum, proses pembuatan madu terbagi menjadi tiga tahap, yaitu pengumpulan madu, pengubahan nektar menjadi gula invert, pengurangan kandungan air dan pematangan madu. Proses pembuatan madu dimulai dengan lebah pekerja meninggalkan sarang untuk mencari bunga-bunga dalam rangka mengumpulkan nektar. Nektar dihisap dengan menggunakan belalai (lidah) dan dikumpulkan pada sebuah kantong istimewa yang dimiliki oleh lebah pekerja yang biasa disebut honey sack. Seekor lebah pekerja rata-rata mengunjungi 50-150 bunga yang dikumpulkan untuk memenuhi satu honey sack, bergantung pada jenis bunga yang memproduksi nektar tersebut. Biasanya satu honey sack dapat menampung hingga 4 mg nektar atau sekitar setengah dari berat lebah pekerja itu sendiri. Untuk itu diperlukan waktu 30 menit hingga beberapa jam untuk mengumpulkan nektar, jarak sumber nektar pun dapat mempengaruhi waktu pengambilan nektar.

Saat honey sack telah penuh dengan nektar, lebah pekerja pulang ke sarang. Dalam perjalanannya nektar yang disimpan pada honey sack mengalami kontak dengan cairan saliva lebah yang mengandung enzim hydrolase. Pada proses ini terjadi pemecahan gula kompleks pada nektar menjadi gula invert seperti glukosa dan fruktosa. Nektar yang telah diangkut ke sarang lebah diletakkan pada sel-sel sarang. Di dalam sel terjadi pengurangan kandungan air dengan cara penguapan yang dihasilkan dari pengipasan sayap lebah, dimana kipasan sayap lebah berkisar sekitar 26.400 kepakan per menit. Sebuah madu dikatakan matang jika kadar air dalam madu siantara 17%-20%. Kadar air pada madu berpengaruh untuk mencegah dari fermentasi dan diserang oleh bakteri saat disimpan di dalam sel-sel sarang. Madu yang terfermentasi oleh ragi akan mengubah gula menjadi etanol, sehingga menghasilkan alcohol. Untuk itu, kadar air pada madu sangat diperhatikan dalam proses pematangan madu. Setelah proses ini selesai, lebah pekerja akan menutup bagian atas setiap sel yang telah diisi dengan menggunakan lilin untuk membuatnya kedap udara dan menjaganya hingga matang dan dipanen.

Sekelompok lebah dapat menghasilkan 30-50 kg madu dalam setahun, dimana untuk menghasilkan 1 kg madu lebah perlu mengunjungi kurang lebih sekitar 4 juta bunga. Madu-madu yang dihasilkan sangat bervariasi dalam warna, rasa dan viskositasnya bergantung pada sumber bunga dari mana nektar dihasilkan. Para lebah pekerja akan terus menerus mengumpulkan dan menyimpan lebih banyak nektar selama masih ada nektar pada tanaman da nada sel pada sarang yang masih kosong.

Sifat Fisik dan Kimia Madu 


Kualitas madu yang dihasilkan sangat berpengaruh pada lebah madu, wilayah geografis sumber nektar, serta kondisi lingkungan sarang. Secara umum, kualitas madu tersebut dapat tergambar dari sifat fisik dan kimianya.

· Sifat fisik madu secara umum adalah:

Warna

Secara fisik, madu dapat dilihat dari warnanya. Berdasarkan warna, madu diklasifikasikan berdasarkan tujuh warna, mulai dari putih transparan seperti air hingga gelap pekat. Hal tersebut dipengaruhi oleh nektar yang dikonsumsi lebah. Semakin lama waktu penyimpanan dan semakin tinggi suhunya, warna madu akan semakin gelap. Madu berwarna terang mengandung lebih banyak gula, dan madu yang berwarna lebih gelap banyak mengandung komponen felonik dan mineral (Eleazu dkk., 2013). Madu warna gelap lebih kuat rasanya dibanding dengan yang warna terang. Warna madu tersebut dipengaruhi oleh nektar yang dikonsumsi oleh lebah, lama penyimpanan dan proses pengolahan serta suhu.

pH

Walaupun dari jenis nektar yang sama, nilai pH pada madu dimungkinkan berbeda. Hal tersebut biasanya disebabkan oleh perbedaan kandungan mineral dan asam pada madu. Yang mana kandungan mineral tersebut dipengaruhi oleh kondisi tanah, letak geografis, dan kondisi iklim tempat tumbuh tanaman sumber nektar.

Kesegaran madu diindikasikan dengan pH berkisar antara 3,4 hingga 6,1. Semakin rendah pH, pertumbuhan bakteri pada madu semakin kecil karena pH yang rendah (pH 3.2 – 4.5) tersebut akan menghambat pertumbuhan dan daya hidup bakteri, sehingga bakteri akan mati . pH juga mempengaruhi tingkat rasa dan aroma.

Kadar Air

Kondisi kadar air pada madu sangat berpengaruh pada kualitas madu. Baku mutu madu kadar air maksimum yang ditetapkan Indonesia tidak lebih dari 22%. Semakin tinggi kadar air, maka madu akan semakin mudah untuk terfermentasi.

Kadar air pada madu dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sarang dan sumber nektarnya. Hal tersebut berpengaruh juga untuk waktu pemanenan, jika memanen pada waktu pagi hari, dimungkinkan kadar air madu akan naik. Yang karena sifat higroskopisnya, madu akan menarik embun hingga mencapai kesetimbangan.

Kadar Gula Total

Sekitar 70-80% gula terkandung pada madu. Dan dari kadar gula tersebut 65% nya adalah glukosa. Semakin tinggi kadar gula, madu akan semakin kental, dan sifat higroskopisnya semakin tinggi. Dari kadar gula yang terkandung dalam madu menyebabkan madu memiliki sifat osmotik yang karenanya dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Kadar gula yang tinggi juga mempengaruhi rasa dan umur simpan madu serta menyebabkan warna lebih gelap. 


4 faktor yang bertanggung jawab terhadap aktivitas anti bakteri pada madu


1. Kadar gula madu yang tinggi akan menghambat pertumbuhan bakteri, sehingga bakteri tidak dapat hidup dan berkembang biak.

2. Tingkat keasaman madu yang rendah (pH 3.2 – 4.5) akan menghambat pertumbuhan dan daya hidup bakteri, sehingga bakteri akan mati.

3. Madu mengandung senyawa radikal hidrogen peroksida yang dapat membunuh mikroorganisme patogen.

4. Pada madu adanya senyawa organik, senyawa organik tersebut tipenya bermacammacam, yang telah teridentifikasi yaitu poly phenol, flavonoid dan glikosida. Setiap nektar yang diperoleh dari tanaman akan menentukan komposisi dan kualitas madu, serta rasa dari madu tersebut.


Sifat Kimia madu secara umum

1. Madu menurunkan titik beku

2. Laju kristalisasi madu paling cepat pada suhu 14 derajat selsius

3. Berat jenis madu sangat bergantung pada air

4. Komposisi mineral pada madu meliputi kalsium, tembaga, besi, magnesium, mangan, fosfor, natrium dan zink. 


Kandungan Madu




Madu terdapat 181-200 zat yang berbeda dan terdiri dari monosakarida 75-80% (fruktosa 38,2 % dan glukosa 31,3 %), disakarida (1,31 % sukrosa, laktosa 7,11 %, dan maltosa 7,31 %), dan air (15-23%) . Selain itu, Madu memiliki kandungan vitamin (B1, B2, B5, B6, dan C), mineral (Ca, Na, P Fe, Mg, Mn) dan enzim berupa diatase. menyatakan bahwa selain enzim diatase yang berperan untuk mengubah glikogen menjadi gula-gula sederhana, ada enzim invertase untuk mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa serta adanya enzim glukosa peroksida untuk memproduksi hidrogen peroksida dan glukosa asam glukonik.

Hidrogen peroksida di madu berkisar 3 % atau 1-2 mmol/L namun kandungan tersebut berbeda beda yang dapat disebabkan oleh faktor eksternal yakni tergantung dari serbuk sari yang dihisap oleh lebah penghasil madu. Selain itu jika kidrogen peroksia yang tinggi menujukan dengan konsentrasi 30% dapat mengiritasi ligamen periodontal nekrosis sementum, ginggiva terbakar dan mengelupas.

memyatakan bahwa kualitas madu memiliki beberapa parameter penting yang bertanggung jawab dalam stabilitas fermentasi seperti kadar air, keasaman madu dan kadar gula. Semakin tinggi konsentrasi air daan keasaman madu yang terkandung dari total keseluruhan larutan madu mengakibatkan semakin rendahnya kualitas madu tersebut serta jika konsentrasi kadar gula yang terkandung rendah maka kualitas madu yang dihasilkan juga rendah.

Pada dasarnya kandungan hidrogen peroksida yang di Komposisikan pada madu dapat berasal dari alam langsung yang dibawa oleh lebah yang menghisap berbagai nektar sehingga memiliki khasiat untuk meningkatkam daya tahan tubuh sedangkan hidrogen peroksida yang dihasilkam dari bahan kimia murni dapat mengakibatkan iritasi pada jaringan.

Kualitas madu tersebut bergantung dari lokasi, letak geografis, asal bunga sumber pakan lebah madu, wilayah dan periode panennya. Faktor tersebut dapat menyebabkan berbagai kemungkinan seoerti kadar air yang tinggi sehingga mengurangi daya simpan madu sehingga dapat membuat madu bersifat masam karena efek etil alkohol dan karbondioksida. 


4 Manfaat Madu


Madu merupakan salah satu bahan pemanis dari lebah yang dapat disimpan tanpa melalui proses apapun terlebih dahulu. Madu merupakan bahan dengan viskositas tinggi yang dihasilkan oleh lebah dari nektar bunga. Madu sudah sangat sering digunakan oleh manusia untuk bahan makanan maupun pengobatan. Berbagai manfaat madu, antara lain sebagai berikut:

1. Sumber Energi Madu memiliki kandungan nutrisi yang baik dan dapat menjadi sumber energi karena kandungan karbohidratnya. Karbohidarat dalam madu berbentuk monosakarida, fruktosa, glukosa dan disakarida. Madu memiliki rasa manis akibat kandungan senyawa tersebut.

2. Antioksidant Reaksi berantai akibat radikal bebas memiliki efek merusak pada sel dan jaringan tubuh. Madu mengandung potent antioksidant material yang dapat menghentikan reaksi berantai akibat radikal bebas. Kandungan antioksidan di dalam madu bervariasi tergantung pada faktor geografis dan kondisi iklim. Karena kandungan bahan antioksidannya madu dapat mencegah gangguan inflamasi, penyakit arteri koroner, gangguan neurologis, penuaan dan kanker.

3. Anti bakteri Fungsi anti bakteri dari madu berasal dari sifat asam dari madu, tekanan osmosis tinggi dan kandungan air rendah, serta hidrogen peroksida. Madu bersifat asam dengan pH sekitar 3,2 - 4,5. pH rendah pada madu diakibatkan oleh asam glukonik yang terbentuk akibat sekresi enzim oksidasi glukosa pada lebah. Hydrogen peroksida dalam madu diproduksi dari reaksi oksidasi glukosa oleh enzim oksidasi glukosa. Produksi hidrogen peroksida pada madu efektif terjadi pada madu yang diencerkan dengan air. Hal ini karena madu yang tidak diencerkan memiliki pH rendah yang mencegah adanya reaksi enzimatik.

4. Penyembuhan Luka Kemampuan madu dalam penyembuhan luka disebabkan oleh sifat anti bakterial dari madu. Karakteristik madu yang mempertahankan kelembapan luka dan viskositas tinggi dari madu membentuk lapisan proteksi yang mencegah infeksi. Madu juga memiliki efek anti inflamasi pada proses penyembuhan luka. Madu dapat dioleskan pada luka, tekanan osmosis pada madu akan menyerap kandungan air di luka sehingga luka akan lebih cepat kering. Madu memiliki banyak manfaat akan tetapi penggunaannya juga perlu diperhatikan terutama bagi bayi dan orang yang memiliki alergi terhadap sengatan lebah dan produk lebah lainnya. Selain itu madu juga masih membawa sifat nektar yang dihisap oleh lebah sehingga madu memiliki sifat beracun apabila berasal dari nektar tumbuhan beracun.



Add Comment